BREAKING NEWS
Pemerintahan

Pemerintahan

pemerintahan/block-3

Politik

politik/block-1

Hukum

Hukum/block-3

Pendidikan

Pendidikan/block-6

Berita Pilihan

pemerintahan/block-3

Peristiwa

pemerintahan/block-2

Berita HOT

pemerintahan/block-3

Latest Sport News

Yourlabel/block-4

Latest Articles

Respons Keluhan Warga, Gubernur Andra Soni Awasi Langsung Normalisasi Sungai Cibanten

Gubernur Banten Andra Soni, Melakukan Peninjauan Langsung Proyek Pengendalian Banjir Dan Pengerukan Sedimentasi Di Aliran Sungai Cibanten, Rabu (24/06/2026).


Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan proyek pengendalian banjir sekaligus pengerukan sedimentasi sepanjang 1,5 kilometer di aliran Sungai Cibanten, tepatnya jalur nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Rabu (24/6/2026). Upaya pengendalian dan pengerukan tersebut adalah tindaklanjut dari berbagai keluhan masyarakat jika terjadi banjir.


Peninjauan dilakukan bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedy Yudha Lesmana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan serta jajaran dinas terkait.


"Alhamdulillah, melalui koordinasi yang baik antara Pemprov Banten, Pemkot Serang dan Balai C3, program ini bisa dilaksanakan dengan cepat,” kata Andra Soni.


Ia mengungkapkan, proyek ini dilaksanakan setelah menerima berbagai aspirasi dari para nelayan Karangantu saat melakukan audiensi beberapa waktu lalu. Termasuk aspirasi dari masyarakat Kota Serang berkenaan dengan banjir saat musim penghujan.


Andra Soni menjelaskan, pada tahap pertama, penanganan banjir dan normalisasi Cibanten dilakukan sepanjang 1,5 kilometer yang meliputi wilayah muara dan kali di Sukadana yang menjadi titik krusial penyebab banjir di Kota Serang.


“Sedimentasi di jalur nelayan Karangantu ini cukup tebal, diperkirakan mencapai 190 ribu kubik yang akan ditangani. Itu belum termasuk penanganan 80 bangkai kapal nelayan yang sudah puluhan tahun tidak ditangani,” ujarnya.


Di tahap selanjutnya, progres pekerjaan akan lebih ditingkatkan. Berdasarkan proposal yang sudah diajukan ke pemerintah pusat, ada berbagai penanganan lainnya seperti penataan kawasan sepanjang jalur sungai Cibanten, pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sebagainya.


Untuk memperlancar semua itu, Andra Soni meminta dukungan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga Cibanten ini. Paling tidak masyarakat tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai.


"Karena itu dampaknya akan menyebabkan banjir,” imbuhnya.


Kepala BBWS C3 Dedy Yudha Lesmana menambahkan, selama ini komunikasi antara balai dengan seluruh pemerintah daerah sangat baik. Pihaknya terus melakukan koordinasi secara intens berkaitan penanganan yang akan dilakukan di sepanjang aliran Cibanten.


“Selain melakukan pengerukan sedimentasi dan penataan RTH, Balai C3 juga akan melakukan penguatan di dua sisi tebing sungai agar tidak terjadi longsor,” paparnya.


(Red).

Andra Soni Targetkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung Dimulai 2027

Gubernur Banten Andra Soni, Berencana Merelokasi SMAN 3 Rangkasbitung. (Setda Provinsi Banten).

LEBAK – Kondisi SMAN 3 Rangkasbitung yang berdiri di atas lahan terbatas dan kerap terdampak genangan saat hujan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan sekolah tersebut akan direlokasi ke lokasi baru yang lebih luas dan representatif.

Saat meninjau sekolah, Andra menyebut luas lahan eksisting hanya sekitar 2.800 meter persegi, sehingga dinilai sudah tidak layak untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Pemprov telah menyiapkan lahan baru seluas lebih dari 6.000 meter persegi di kawasan Ona, dekat Kantor Samsat Rangkasbitung.

“Sudah saatnya direlokasi agar sarana prasarana lebih lengkap dan kapasitas siswa bisa ditingkatkan,” kata Andra.

Selain sempit, kondisi sekolah saat ini juga menghadapi persoalan drainase. Saat hujan deras, halaman sekolah sering tergenang akibat saluran air yang tertutup karena peninggian jalan.

Kepala sekolah, Reri Yoseline, mengatakan keterbatasan itu membuat sejumlah kegiatan siswa harus dilakukan di luar area sekolah.

Meski demikian, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Bahkan, banyak siswa yang tetap aktif berkegiatan di sekolah meski di luar jam pelajaran.

Relokasi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung pengembangan potensi siswa secara maksimal. (ADV)

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Bedah Rumah Warga dan Salurkan 100 Paket Sembako

Polda Banten Menggerlar Kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni Dan Menyalurkan Paket Sembako Kepada Masyarakat Kampung Jagabaya, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Serang - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Banten melaksanakan kegiatan bedah rumah tidak layak huni milik bapak Mohamad Sidik serta menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat yang bertempat di Kp. Jagabaya, Kel. Kemanisan, Kec. Curug Kota Serang pada Selasa (23/06) 


Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, ASDA II Pemkot Serang Yudi Suryadi, Pejabat Utama Polda Banten, Bapak Mohamad Sidik, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda.


Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat.”


"Tema ini menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian Polri harus memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya. 


Selanjutnya, Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa kegiatan bedah rumah merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat.


"Ketika kita membantu menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang membantu menghadirkan harapan baru bagi sebuah keluarga," jelasnya.


Lebih lanjut Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir dengan kepedulian, empati, serta semangat gotong royong terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


“Kegiatan bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan besar dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.


Irjen Pol Hengki menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Indah Kiat yang telah memberikan dukungan serta berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan bedah rumah tersebut.


“Sinergi yang terjalin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kerja sama yang baik,” ucapnya.


Polda Banten juga menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Pembangunan rumah bagi keluarga Mohamad Sidik tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga minggu, sehingga pada bulan Juli 2026 rumah yang lebih layak dan nyaman itu sudah dapat ditempati. 


Diakhir, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengingat bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan bersama akan memberikan manfaat yang besar bagi sesama.


“Kehadiran kita akan menjadi pengabdian terbaik ketika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya (Bidhumas).


(Red)

Keringat, Lapar, dan Disiplin: Kisah Faiq Menuju Emas POPDA Banten

Dzaka Faiq Ramadan, Atlet Asal Kota Cilegon Meraih Mendali Emas Pada Cabang Olahraga Gulat Kelas 48 Kilogram, Dalam Ajang Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Banten 2026.


CILEGON – Perjuangan seorang atlet muda asal Kota Cilegon, Dzaka Faiq Ramadan, patut menjadi inspirasi. Di usianya yang baru 15 tahun, Faiq berhasil meraih medali emas cabang gulat kelas 48 kilogram pada ajang Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Banten 2026.


Kemenangan itu diraih setelah Faiq mengalahkan lawannya dari Kabupaten Serang di partai final, Selasa (16/6/2026).


Namun, di balik medali emas itu, ada perjuangan berat yang tidak mudah. Selama tiga bulan persiapan, siswa kelas 10 SMAIT Raudhatul Jannah itu harus menjalani latihan keras sekaligus menjaga berat badan agar bisa tetap bertanding di kelas 48 kilogram.


Faiq menerapkan pola makan ketat dengan metode intermittent fasting. Dalam sehari, ia hanya makan satu kali. “Tantangan terbesarnya itu menjaga konsisten. Saya makan cuma sekali sehari, tapi latihan dua kali sehari,” kata Faiq.


Dzaka Faiq Ramadan bersama keluarga.


Makanan yang dikonsumsi pun sangat terbatas. Ia hanya makan tiga sampai lima telur rebus dan satu ubi kukus. Semua makanan manis, berminyak, tepung, dan karbohidrat dihindari.


Bahkan, dua minggu sebelum pertandingan, Faiq mulai mengurangi minum agar berat badannya tetap aman saat timbang badan.


Pola hidup ketat itu sempat membuat kondisi tubuhnya terganggu. Pencernaannya bermasalah. Tetapi Faiq tetap bertahan.


Perjuangan Faiq tidak berhenti di tempat latihan.


Saat persiapan POPDA berlangsung, ia juga harus menjalani Sumatif Akhir Tahun (SAT) di sekolah. Sepulang sekolah, Faiq langsung latihan dari pukul 16.00 WIB hingga 20.30 WIB, lalu malam hari kembali belajar untuk ujian.


Ia harus bertarung di dua tempat sekaligus: di atas matras dan di ruang kelas.


Di balik perjuangan itu, ada dukungan besar dari sang ibu. Ibunya menjadi sosok penting yang selalu memberi semangat sekaligus mengatur pola makan dan nutrisi selama masa persiapan.


Karena itu, setelah dinyatakan menang, orang pertama yang ingin dipeluk Faiq adalah ibunya.


Meski baru meraih emas POPDA, Faiq belum memikirkan target besar seperti PON atau Pra-PON. Ia ingin tetap fokus menata masa depan, baik di bidang olahraga maupun pendidikan.


Ia berencana mengikuti lebih banyak kompetisi untuk menambah pengalaman dan membangun portofolio.


Jika mendapat bonus dari pemerintah, Faiq sudah punya rencana. Sebagian akan dipakai untuk pengembangan diri, sebagian untuk kebutuhan pribadi, dan sisanya ditabung.


Bagi Faiq, menjadi juara bukan hanya soal menang, tetapi soal bertahan dalam proses yang berat.


“Menjadi juara bukan tentang siapa yang paling berbakat, tapi siapa yang bisa bertahan saat proses terasa berat,” ujarnya.


Kisah Faiq membuktikan, kerja keras, disiplin, dan pengorbanan bisa membawa seseorang meraih mimpi, meski harus melewati jalan yang tidak mudah. (Red)

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Banten Wujudkan Harapan 25 Anak Melalui Operasi Bibir Sumbing

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Menyampaikan Kegiatan Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing Yang Digelar Di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Banten, Merupakan Wujud Nyata Pengabdian Polri Kepada Masyarakat.

Serang – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara Tahun 2026, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meninjau langsung pelaksanaan Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Banten, Jalan Raya Serang–Pandeglang KM 2, Kota Serang, Kamis (18/06).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Ketua Bhayangkari Daerah Banten dan pengurus Bhayangkari Daerah Banten. 


Sebanyak 25 anak penderita bibir sumbing dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang telah terdaftar mendapatkan layanan operasi secara gratis. Program ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang diselenggarakan Polda Banten sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat.


Saat meninjau pelaksanaan operasi, Kapolda Banten menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.


“Dalam rangka 80 tahun pengabdian Polri untuk masyarakat pada HUT Bhayangkara ke-80, hari ini Polda Banten melalui Bidokkes Polda Banten melaksanakan operasi bibir sumbing kepada anak-anak yang telah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten sebanyak 25 orang,” ujar Kapolda Banten.


Menurutnya, operasi bibir sumbing tidak hanya bertujuan memberikan bantuan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak untuk tumbuh lebih percaya diri dan meraih masa depan yang lebih baik.


“Mudah-mudahan pelaksanaan operasi ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang putra-putrinya mengalami bibir sumbing. Tadi ada cerita bahwa salah satu anak pernah mendapatkan perundungan dari teman-temannya di sekolah hingga merasa minder. Semoga setelah operasi ini mereka tidak malu lagi, mereka menjadi lebih percaya diri untuk menjalani pendidikan maupun kehidupan mereka ke depannya,” ungkapnya.


Kapolda Banten juga berharap di usia ke-80 tahun, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus memberikan manfaat yang nyata. “Semoga di ulang tahun ke-80 ini Polri semakin Presisi, Polri semakin bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.


Selain operasi bibir sumbing, Kapolda Banten menjelaskan bahwa masih terdapat berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya yang akan dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-80, di antaranya donor darah dan khitanan massal yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.


Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda Banten tidak hanya menghadirkan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi anak-anak penyandang bibir sumbing untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis. Kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Bidhumas)


(Red).

Wagub Dimyati Harap TNI Terus Perkuat Kemanunggalan dengan Rakyat di Banten

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Hadiri Apel Danramil Dan Babinsa Terpusat Korem 064/Maulana Yusuf, Yang Digelar Di Selasar Masjid Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (18/06/2026).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah berharap TNI berjuang dan manunggal bersama rakyat Banten. Menurutnya, TNI memiliki soliditas tinggi dan kecintaan terhadap tanah air.


"Sekarang sudah sangat manunggal karena banyak program-program padat karya, program karya bakti, program TMMD, itu kan dengan masyarakat dan kelihatan kan hasilnya lebih bagus, kuantitasnya lebih baik dan kualitasnya lebih handal, lebih tahan nah itu diantaranya,” kata Dimyati saat menghadiri Apel Danramil dan Babinsa Terpusat Korem 064/Maulana Yusuf di selasar Masjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (18/6/2026).


TNI memiliki soliditas yang sangat tinggi dan kecintaan terhadap tanah air yang luar biasa. TNI memiliki tugas menjaga pertahanan negara serta menghadapi berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri.


"Selama ini yang sudah saya rasakan, TNI melakukan itu baik Babinsa termasuk Danramil, kerjasamanya mereka lebih nyaman, lebih tentram," ungkapnya.


Dimyati juga mengapresiasi Panglima TNI, Pangdam III/Siliwangi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) yang terus mendorong berbagai program TNI agar hadir khususnya di Banten. Ia menceritakan pengalamannya melihat kedekatan TNI dengan masyarakat, baik saat menjadi anggota DPR RI, bupati Pandeglang, maupun sekarang sebagai wakil gubernur.


"Saya lihat mereka dekat dengan masyarakat dan selalu hadir, itu kelebihan mereka” katanya.


Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Brigjen Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, penyelenggaraan apel ini adalah momentum untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan tugas yang telah diarahkan oleh pimpinan TNI.


“Kita menyamakan persepsi untuk penjabaran atas perintah tugas yang telah dikembangkan dari pimpinan baik dari Panglima TNI, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam III Siliwangi. Sehingga bisa dijalankan dan dijabarkan secara nyata oleh ujung tombaknya yaitu Danramil dan Babinsa,” ujarnya. (Red).

Gubernur Andra Soni Beri Contoh, Gerakan Antar Anak Ambil Rapot Perkuat Pendidikan Karakter

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Contoh Dukungan Gerakan Ayah Mengambil Rapot (GEMAR), Dengan Mendampingi Langsung Pengambilan Rapot Putranya Raffiandra Putra.


Gubernur Banten Andra Soni memberi contoh dukungan Gerakan Ayah Mengambil Rapot (GEMAR) dengan mendampingi langsung pengambilan rapot putranya, Raffiandra Putra, di Sekolah High/Scope Indonesia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2026).


Andra hadir sebagai seorang ayah dari ketiga putranya. Ia ingin memastikan proses pendidikan anaknya di sekolah berjalan baik. Raffiandra bersama 19 temannya saat ini duduk di kelas 9. Setelah menempuh ujian dan dinyatakan lulus, Raffiandra akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya.


Bagi Andra, GEMAR bukan hanya sebuah gerakan serentak, lebih dari itu gerakan ini merupakan pendidikan penguatan karakter anak. Meskipun terlihat sederhana, namun bagi seorang anak dampaknya akan panjang.


"Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung oleh keluarga berkualitas," kata Andra.


Menurut Andra, kehadiran ayah pada momen pembagian rapot ini akan terus diingat dan menjadi memori emosional yang membentuk rasa percaya diri yang kuat dengan kedekatan bersama seorang ayah. Gerakan ayah mengambil raport bukanlah tuntutan, melainkan sebuah ajakan.


Oleh karena itu, Andra Soni mengajak kepada seluruh ayah dan orangtua pada umumnya untuk ikut mendampingi anak-anaknya mengambil rapot di sekolah. Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten, Andra berharap dapat memberikan edukasi kepada keluarga, kerabat, dan tetangga untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.


"Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," pungkasnya.


Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra yang ikut mendampingi mengapresiasi langkah Gubernur Banten Andra Soni tersebut. Menurutnya, sebagai seorang kepala daerah dan juga ayah, langkah yang dilakukan Andra Soni itu patut kita contoh bahwa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin daerah berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai seorang ayah.


"Keterlibatan orang tua, terutama ayah, dalam kehidupan dan pendidikan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta generasi Banten yang unggul dan berkarakter," pungkasnya.


Pemprov Banten sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah pada 11 Juni 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan GEMAR di Provinsi Banten.


Gerakan itu ke depan diharapkan bisa dilakukan secara konsisten. Karena perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan negara. Kadang, ia dimulai dari hal-hal yang terlihat sederhana, namun mempunyai dampak yang besar. Dan bagi seorang anak, merasa penting di mata ayahnya adalah salah satu hadiah terbesar dalam hidup.

(Red).