Pemerintahan
pemerintahan/block-3
SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.
Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.
Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.
“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).
Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.
Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.
“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.
Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.
“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.
Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.
Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *
SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.
Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.
Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.
“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).
Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.
Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.
“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.
Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.
“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.
Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.
Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *
![]() |
| Wali Kota Serang Budi Rustandi. |
KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.
Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang.
Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.
Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.
Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.
"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.
"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.
Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.
Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.
Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.
"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.
Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.
Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.
Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.
Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.
![]() |
| Perwakilan Kota Serang dalam ajang Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. |
SERANG – Kerajinan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan budaya untuk menarik pembeli. Kualitas produk, inovasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi faktor penting agar hasil karya perajin mampu bersaing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan produk kerajinan agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Eni, potensi kerajinan daerah perlu didukung dengan pengembangan produk yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas budaya lokal. Dengan begitu, kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai produk pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Dengan pengembangan produk yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang pasar baru,” ujarnya.
Eni menyampaikan hal tersebut dalam konteks pengembangan industri kerajinan dan UMKM yang menjadi salah satu sektor potensial untuk memperkuat perekonomian daerah. Ia menilai, pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Salah satu upaya memperluas wawasan mengenai peluang tersebut dilakukan melalui partisipasinya dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam kegiatan itu, Eni mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang yang juga merupakan Ibu Wali Kota Serang, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Kehadiran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan nasional, termasuk inovasi produk, pengemasan, serta pendekatan promosi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Kecamatan Curug.
“Bagi kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dunia kerajinan nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pengembangan produk UMKM di daerah,” katanya.
Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghasilkan produk kerajinan yang mampu mengikuti perkembangan pasar, sekaligus mempertahankan kekayaan budaya Nusantara.
Ajang tersebut juga menampilkan Parade Pakaian Daerah Dekranasda yang memperlihatkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan potensi kreativitas para perajin nasional.
Bagi pelaku UMKM di Kecamatan Curug, pengembangan kerajinan membutuhkan langkah konkret, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki desain dan kemasan, hingga memanfaatkan promosi yang sesuai dengan target konsumen. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai jual.
Eni menilai, sinergi pemerintah daerah, Dekranasda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membuka peluang pengembangan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring pemasaran, serta mengenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di luar wilayahnya.
“Kehadiran kami bersama Ketua Dekranasda Kota Serang dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap para perajin di Kecamatan Curug terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas lokal. Dengan penguatan kualitas dan pemasaran, kerajinan daerah diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada akhirnya, tantangan pengembangan kerajinan lokal bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan juga memastikan hasil karya perajin memiliki pasar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi produk lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (ADV)
Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti 28 Madrasah Diniyah di wilayah Kecamatan Curug. Selain menjadi ajang kompetisi, PORSADIN juga menjadi sarana untuk menjaring santri berbakat yang berpeluang mengikuti perlombaan di tingkat lebih tinggi.
Camat Curug, Eni Sudaryani, mengatakan PORSADIN memiliki peran penting dalam menggali kemampuan dan potensi santri dari setiap lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para santri mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.
“Di PORSADIN ini kita bisa melihat bakat-bakat yang ada di tiap sekolah. Nantinya, anak-anak yang memiliki prestasi bisa kita bina agar dapat maju ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Eni Sudaryani.
Menurut Eni, potensi santri yang muncul dalam PORSADIN perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, prestasi yang diraih tidak berhenti pada tingkat kecamatan, tetapi dapat berkembang hingga tingkat kota dan kompetisi lainnya.
Ia mencontohkan, santri yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dapat dipersiapkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sementara itu, santri yang menunjukkan bakat di bidang olahraga berpeluang mendapatkan pembinaan untuk mengikuti Pekan Olahraga Kota (Porkot).
Karena itu, ia berharap PORSADIN dapat menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para santri memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.
Selain mengejar prestasi, Eni juga berharap para peserta dapat mengambil pelajaran dari setiap perlombaan. Kompetisi yang sehat dapat menumbuhkan kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.
Keikutsertaan 28 Madrasah Diniyah dalam PORSADIN Kecamatan Curug juga menunjukkan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung perkembangan anak. Kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi para santri untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.
PORSADIN tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarsantri dan lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling mengenal, belajar, dan membangun semangat kebersamaan.
Pemerintah Kecamatan Curug berharap PORSADIN terus menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda. Dengan penjaringan dan pembinaan yang berkelanjutan, para santri diharapkan mampu meraih prestasi sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan memiliki keseimbangan antara kemampuan keagamaan, olahraga, serta seni. (ADV)
SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, menekankan pentingnya gerak cepat, adaptasi, dan sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan dalam acara lepas sambut Lurah Sukawana dari H. Armin kepada Saidah yang digelar di wilayah Kecamatan Curug, Selasa (13/10/2026).
Eni mengatakan, pergantian kepemimpinan di tingkat kelurahan merupakan momentum untuk melanjutkan roda pemerintahan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, lurah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan, aspirasi, dan persoalan warga.
“Secara pribadi dan atas nama keluarga besar Kecamatan Curug, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bapak H. Armin atas dedikasi, loyalitas, dan kerja kerasnya selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai Lurah Sukawana,” ujar Eni.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru kepada H. Armin. Eni berharap pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas dapat menjadi bekal untuk melanjutkan tugas pemerintahan serta memberikan kontribusi positif di tempat penugasan berikutnya.
Kepada Saidah yang kini mengemban amanah sebagai Lurah Sukawana, ia berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik masyarakat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di wilayahnya.
Eni menegaskan, pejabat kelurahan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga harus aktif turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Selamat datang dan selamat mengemban amanah baru kepada Ibu Saidah sebagai Lurah Sukawana. Tugas besar telah menanti. Saya berharap Ibu Saidah bisa cepat beradaptasi dengan karakteristik masyarakat setempat serta ritme kinerja di lingkungan Kecamatan Curug,” katanya.
“Mari langsung action, turun ke lapangan, dan hadirkan solusi nyata untuk masyarakat,” lanjutnya.
Lebih jauh, Eni mengajak seluruh jajaran kelurahan dan Kecamatan Curug untuk terus memperkuat koordinasi serta kolaborasi dalam menjalankan program pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, sinergi antaraparatur pemerintahan menjadi salah satu kunci untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan responsif.
Ia berharap, kepemimpinan Saidah dapat melanjutkan berbagai hal positif yang telah berjalan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kelurahan Sukawana.
“ Mari bersama-sama kita sinergikan tekad untuk membangun Curug yang lebih baik dan maju. Bersama kita bisa!” tegas Eni. (ADV)
![]() |
| Acara"Insight Forum Membedah Langkah Ekonomi Banten Dan Penganugrahan Kontributor Data 2026, Digelar Di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, (13/10/2026). |
Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Deden pada acara "Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026" di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam acara yang mengusung tema "Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026" tersebut, Sekda Deden bersama Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan pihak swasta yang berperan aktif menyukseskan SE 2026.
Menurut Sekda Deden, hasil SE 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta mengidentifikasi sektor-sektor unggulan. "Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026. Pencapaian ini dinilai perlu disyukuri sekaligus memicu optimisme terhadap prospek perekonomian daerah ke depan.
"Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran," tambah Sekda Deden.
Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Banten pada 2026 tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Oleh karena itu, optimisme ini harus diiringi upaya nyata agar pertumbuhan ekonomi membawa manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, dan pemerataan di seluruh wilayah Banten.
Pengembangan kawasan industri baru, investasi, dan pariwisata juga dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Lebih lanjut, Sekda Deden menilai Insights Forum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi ekonomi daerah di era Industri 5.0.
"Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan," paparnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menyukseskan pelaksanaan SE 2026, yang kini pendataannya telah mencapai 100 persen.
"Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," kata Yusniar.
Yusniar menegaskan bahwa validitas data yang terverifikasi akan sangat membantu kesuksesan berbagai program Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-26 Provinsi Banten, yakni "Banten Bergerak, Maju Berdampak".
"Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (Red).

SERANG – Kecamatan Curug, Kota Serang, menghadirkan inovasi pelayanan publik SAMBAT CAMAT (Sarana Masyarakat Berkonsultasi, Aspirasi, dan Tindak Lanjut Bersama Camat). Inovasi yang digagas Camat Curug Eni Sudaryani ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, mengadukan persoalan, dan memberikan aspirasi terkait pembangunan wilayah.
Eni mengatakan, SAMBAT CAMAT lahir dari keprihatinannya terhadap banyaknya persoalan warga yang beredar di media sosial, tetapi belum tentu sampai kepada pemerintah untuk mendapatkan tindak lanjut.
Menurutnya, media sosial memang menjadi sarana masyarakat untuk menyuarakan persoalan. Namun, pemerintah membutuhkan mekanisme pengaduan yang lebih terarah agar setiap laporan tercatat, terpantau, dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Banyak masalah warga berseliweran di media sosial, tetapi tidak tertampung, bahkan tidak terbaca. Melalui SAMBAT CAMAT, kami berharap masyarakat memiliki wadah untuk mengadukan masalah, menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan tindak lanjut dari kecamatan,” ujar Eni.
Ia menjelaskan, SAMBAT CAMAT menggabungkan layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan dua pilihan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan persoalan sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
Melalui layanan berbasis Google Form, warga dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi tanpa harus datang ke kantor kecamatan. Warga cukup memindai kode batang atau barcode yang akan dipasang di sejumlah lokasi strategis.
Sistem tersebut mencatat setiap laporan secara digital sehingga petugas lebih mudah mengadministrasikan, memantau, dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat.
“Kami ingin memberikan pelayanan yang fleksibel. Warga bisa menyampaikan keluhan dari mana saja melalui Google Form. Dengan pencatatan digital, laporan yang masuk dapat terdokumentasi dengan lebih tertib,” jelasnya.
Selain layanan digital, Kecamatan Curug menyediakan ruang konsultasi langsung bagi warga yang ingin berdialog dengan camat. Warga dapat datang ke kantor Kecamatan Curug setiap Jumat pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Petugas akan membantu warga mendaftarkan pengaduan melalui Google Form dan mencatatnya dalam buku pengaduan. Setelah itu, warga dapat berdialog langsung di ruangan yang telah disediakan.
Eni menilai konsultasi tatap muka tetap penting karena tidak semua warga mudah menyampaikan persoalan melalui layanan digital. Melalui dialog langsung, pihak kecamatan dapat mendengarkan keluhan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.
“Bagi masyarakat yang ingin bertemu langsung, silakan datang setiap Jumat pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Kami sudah menyiapkan mekanisme agar warga bisa menyampaikan persoalannya dengan nyaman,” katanya.
.jpeg)
Eni mengatakan, pihaknya memeriksa laporan yang masuk setiap hari agar pengaduan warga tidak berhenti pada tahap pencatatan. Namun, penyelesaian setiap persoalan bergantung pada jenis masalah dan kewenangan instansi terkait.
Jika pengaduan menyangkut infrastruktur atau membutuhkan penanganan perangkat daerah lain, Kecamatan Curug akan meneruskan laporan tersebut kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti.
“Setiap hari kami memeriksa laporan yang masuk agar bisa segera merespons. Jika persoalannya berkaitan dengan infrastruktur, kami akan menyampaikannya kepada dinas terkait untuk diproses sesuai kewenangannya,” ungkap Eni.
Ia menyebutkan, SAMBAT CAMAT telah menampung sejumlah aspirasi masyarakat. Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan tersebut sebagai saluran komunikasi dengan pemerintah kecamatan.
Menurut Eni, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga mendukung inovasi SAMBAT CAMAT karena layanan ini membuka akses komunikasi yang lebih mudah antara masyarakat dan pemerintah kecamatan.
Dukungan tersebut mendorong Kecamatan Curug untuk terus mengembangkan layanan pengaduan yang mudah diakses dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Eni juga menargetkan SAMBAT CAMAT terintegrasi dengan sistem pelayanan digital Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi penanganan pengaduan, terutama untuk persoalan yang membutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah di luar kewenangan kecamatan.
“Target kami ke depan, SAMBAT CAMAT bisa terintegrasi dengan sistem Pemerintah Kota Serang melalui Diskominfo. Dengan begitu, koordinasi dan tindak lanjut laporan masyarakat diharapkan semakin baik,” ujarnya.
Eni menegaskan, SAMBAT CAMAT tidak sekadar menghadirkan layanan berbasis teknologi, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh respons dari pemerintah.
Ia berharap inovasi ini dapat membangun komunikasi dua arah sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan Kecamatan Curug.
“Kami ingin masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan. Warga harus merasa didengar, aspirasinya tertampung, dan ada tindak lanjut yang jelas sesuai kewenangan,” pungkasnya.
Melalui SAMBAT CAMAT, Kecamatan Curug berupaya mempermudah akses pengaduan melalui layanan digital dan konsultasi tatap muka. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah kecamatan berharap persoalan warga tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga masuk ke jalur pengaduan resmi yang dapat dipantau dan ditindaklanjuti. (ADV)