BREAKING NEWS
Pemerintahan

Pemerintahan

pemerintahan/block-3

Politik

politik/block-1

Hukum

Hukum/block-3

Pendidikan

Pendidikan/block-6

Berita Pilihan

pemerintahan/block-3

Peristiwa

pemerintahan/block-2

Berita HOT

pemerintahan/block-3

Latest Sport News

Yourlabel/block-4

Latest Articles

Gubernur Andra Soni Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Cengkok Dalam Membangun Kampung

Gubernur Banten Andra Soni, Mengahdiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M, Di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/07/2026).

Gubernur Banten Andra Soni sampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan partisipasi warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dalam pembangunan. Pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh di kampung ini.


“Saya datang ke sini dan merasa luar biasa. Saya melihat anak-anaknya sehat, UMKM-nya berkembang, dan acaranya disiapkan dengan sangat baik,” ujar Andra SOni saat menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M yang diinisiasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cengkok Karya Mandiri, Sabtu (11/7/2026).


“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kampung Cengkok berhasil menghidupkan berbagai kegiatan sosial terlihat dari aktifnya pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga pelaku UMKM yang berkembang,” tambahnya.


Andra Soni juga memuji penyelenggaraan Festival Muharram yang dinilai berlangsung tertib dan profesional meski digelar di tingkat kampung. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan membangun kegiatan berkualitas melalui kolaborasi dan partisipasi bersama.


“Hal-hal baik seperti ini harus kita duplikasi. Amati, tiru, dan modifikasi,” ucapnya.


Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M, memadukan kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Rangkaian acaranya meliputi khitanan massal bagi 60 anak dari Kecamatan Jayanti dan masyarakat umum, bazar puluhan UMKM lokal untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, talkshow inspiratif, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pelayanan perekaman KTP elektronik.



Selain mengapresiasi inisiatif masyarakat, Andra Soni turut menyampaikan sejumlah program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Program Sekolah Geratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta, penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ia juga mengapresiasi kondisi anak-anak di Kampung Cengkok yang dinilainya tumbuh sehat, percaya diri, serta memiliki kemampuan yang baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.


Dalam kesempatan itu, Andra Soni turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah organik dan nonorganik menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah persoalan lingkungan di masa depan, termasuk risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir akibat gas metana.


“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Itu langkah sederhana yang dampaknya sangat besar,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Andra kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kampung Cengkok atas semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Haji dan Umrah RI Abdul Rahman Saputra, Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rahman, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi acara. (***).

Untirta Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada IDEAS 2026

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Meraih Dua Penghargaan Bronze Winner Dalam Ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026.


Jakarta – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan Bronze Winner pada ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Awarding IDEAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (9/7/2026). 


IDEAS merupakan ajang penghargaan tahunan yang mengapresiasi institusi dengan praktik terbaik dalam komunikasi berbasis Diversity, Equity, Inclusion (DEI) serta Environmental, Social, Governance (ESG). Penjurian IDEAS 2026 dilaksanakan secara daring dan menetapkan Untirta sebagai penerima penghargaan pada dua kategori. Untirta meraih Bronze Winner kategori Insan ESG subkategori ESG Manager yang diterima oleh Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom., serta Bronze Winner kategori ESG Communication Program subkategori Environmental melalui program “From Waste to Wealth”.


Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Untirta, Deden Hery Hermawan, S.E., M.M, menjelaskan bahwa IDEAS merupakan kompetisi dan penganugerahan program komunikasi atau Public Relations (PR) strategis yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA. Menurutnya, ajang tahunan tersebut terbuka bagi kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, hingga korporasi swasta di seluruh Indonesia dengan tujuan mendorong komunikasi program keberlanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


“Ajang IDEAS 2026 merupakan kompetisi komunikasi strategis berbasis DEI dan ESG yang sangat bergengsi di tingkat nasional. Alhamdulillah, tahun ini Untirta berhasil meraih dua penghargaan, yaitu penghargaan Insan IDEAS yang diraih oleh Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom dan penghargaan program ESG Communication melalui From Waste to Wealth. Capaian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun Untirta tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Deden.


Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Untirta untuk terus aktif berpartisipasi pada ajang IDEAS di tahun-tahun mendatang serta memperluas partisipasi pada lebih banyak kategori dan cabang penghargaan.


“Ke depan kami berharap Untirta terus aktif mengikuti ajang IDEAS dan dapat berpartisipasi pada lebih banyak kategori yang diselenggarakan. Saya juga mengucapkan selamat kepada Adhitya Angga Pratama dan seluruh tim Humas Untirta. Teruslah berkarya dan membawa nama Untirta di kancah nasional” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Humas Untirta, Adhitya Angga Pratama, M.I.Kom., yang juga menerima penghargaan Bronze Winner kategori Insan ESG – ESG Manager, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim Humas Untirta dan dukungan penuh pimpinan universitas.


“Penghargaan ini bukanlah pencapaian individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh tim Humas Untirta serta dukungan pimpinan universitas. Melalui program From Waste to Wealth, kami ingin menunjukkan bahwa komunikasi kehumasan dapat menjadi instrumen perubahan, menghubungkan gagasan keberlanjutan dengan aksi nyata yang dirasakan masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program komunikasi yang inovatif, berdampak, dan menginspirasi,” kata Adhitya.


Program From Waste to Wealth sendiri merupakan salah satu inovasi komunikasi ESG Untirta yang mengangkat pengelolaan sampah menjadi sumber nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program tersebut mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi visi Healthy, Integrated, Smart and Green (HITS Green) University sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.


Keberhasilan meraih dua penghargaan nasional ini semakin memperkuat posisi Untirta sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan komunikasi publik yang inovatif, strategis, dan berdampak. Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Adv)

Andra Soni Bersama Menteri PU Percepat Pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak Jadi Empat Lajur untuk Masyarakat dan Industri

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo, Meninjau Ruas Jalan Serdang-Bojonegara-Merak, Di Jalan Raya Serdang, Kabupaten Serang.


Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau ruas Jalan Serdang–Bojonegara–Merak di Jalan Raya Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (6/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi langkah percepatan rencana pelebaran jalan menjadi empat lajur guna mengurai kemacetan, meningkatkan keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas kawasan industri di wilayah utara Provinsi Banten.


Ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer itu merupakan akses utama kendaraan dari dan menuju kawasan industri Bojonegara, kawasan tambang (quarry), serta Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ). Tingginya mobilitas kendaraan berat selama ini menyebabkan kemacetan karena jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.


Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan awal akan dilakukan dengan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia sehingga badan jalan dapat diperlebar sekitar satu meter di setiap sisi. Langkah itu menjadi solusi sementara sebelum pembangunan jalan empat lajur direalisasikan.


“Harapannya jalan ini menjadi empat lajur. Masyarakat tetap menjadi prioritas, tetapi aktivitas industri juga harus terus berjalan agar perekonomian Banten semakin maju,” katanya.


Dody menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pelebaran jalan empat lajur. Selanjutnya, Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaan, sementara Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon akan menangani proses penyiapan lahan sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.


Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan aktivitas industri.


“Dengan kapasitas jalan yang lebih besar, pengaturan lalu lintas nantinya diharapkan dapat memisahkan kendaraan berat dengan kendaraan penumpang maupun sepeda motor sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman,” jelas Menteri Dody.


Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat karena ruas Serdang–Bojonegara–Merak merupakan jalan nasional yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.


“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” ujar Andra Soni.


Ia menegaskan, pelebaran jalan bukan semata untuk memperlancar distribusi logistik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses layanan kesehatan.


“Sebagai bentuk komitmen percepatan, Kami (Pemprov Banten, red) telah menyiapkan DED pelebaran jalan empat lajur dan akan mendukung proses pengadaan lahan agar pembangunan dapat segera memasuki tahap konstruksi,” tambah Andra


Selain pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak, Dikesempatan ini Andra Soni juga mengusulkan percepatan pelebaran ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto yang menjadi akses utama menuju Kawasan Banten International Stadium (BIS). Menurutnya, ruas jalan nasional sepanjang 9,4 kilometer tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses menuju stadion multifungsi terbesar di Provinsi Banten sekaligus melayani mobilitas masyarakat di kawasan Sport Center Banten.


Andra menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten mengusulkan pelebaran sepanjang sekitar 3,5 kilometer mulai Simpang Palima Kota Serang hingga Pasar Baros Kabupaten Serang. Pelebaran tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas yang saat ini masih terdiri atas dua lajur dua arah dan telah memiliki tingkat kejenuhan lalu lintas.


“Selain ruas Serdang–Bojonegara–Merak, kami juga mengusulkan pelebaran akses menuju Banten International Stadium. Ruas ini sangat penting karena menjadi jalur utama masyarakat menuju kawasan sport center dan mendukung kelancaran mobilitas di wilayah Serang,” kata Andra.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Banten memfokuskan penyusunan DED serta dokumen perencanaan pengadaan tanah. Hingga akhir tahun ditargetkan seluruh bidang tanah yang terdampak telah terinventarisasi sehingga proses sosialisasi dan pengadaan lahan dapat dilaksanakan pada 2027.


Menurut Arlan, pelebaran jalan direncanakan dilakukan secara bertahap dengan prioritas  sekitar 10 kilometer pada tahap pertama. Lebar ruang milik jalan (ROW) akan ditingkatkan dari sekitar 8–10 meter menjadi 25 meter, termasuk penyesuaian sejumlah jembatan pada ruas tersebut.


“Target kami tahap pertama sepanjang 10 kilometer dapat diselesaikan lebih dahulu. Yang terpenting setiap tahapan berjalan tuntas sehingga pembangunan dapat berlanjut sesuai rencana,” katanya.


Melalui sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat daya saing kawasan industri sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. (Red).

Audiensi dengan DMI Banten, Gubernur Andra Soni Sambut Baik Program Kemakmuran Masjid

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten, Di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (06/07/2026).


Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (6/7/2026). Di pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program unggulan DMI, khususnya mengenai pemberdayaan masjid dan masyarakat.


Gubernur Andra Soni menyampaikan apresiasinya atas berbagai program yang diinisiasi DMI. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat.


"Alhamdulillah, tadi kita menerima DMI Provinsi Banten, ada beberapa hal yang dibahas. Intinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut baik program-program yang disampaikan DMI," ungkap Andra Soni.


Sementara, Ketua DMI Provinsi Banten KH Bunyamin Hafidz mengatakan, terdapat beberapa program prioritas yang menjadi fokus DMI dan membutuhkan sinergi dengan Pemprov Banten. Salah satunya mengenai sertifikasi tanah wakaf milik umat.


"Program pertama adalah sertifikasi tanah wakaf, yang meliputi wakaf masjid, musala, majelis taklim, pondok pesantren, hingga sekolah agama. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ATR/BPN, Bapak Nusron Wahid, dan kami berharap dapat terus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Banten," ujarnya.


Selain itu, DMI juga mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot masjid, guru ngaji, dan imam masjid agar memperoleh perlindungan sosial. Kepesertaan ini dibuat agar ada manfaat perlindungan sosial bagi para marbot yang melakukan pengabdian.


"Kami ingin marbot, guru ngaji, dan imam masjid dapat bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan. Manfaatnya sangat besar, mulai dari perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja hingga santunan kematian," katanya.


Pada kesempatan tersebut, DMI juga mengusulkan agar dibuat penyediaan fasilitas pengisian daya (charging) motor listrik di masjid-masjid yang memenuhi kriteria. DMI menargetkan penyediaan fasilitas tersebut di sekitar 3.000 masjid yang ada di Provinsi Banten. DMI juga berencana menggelar Festival Panjang Mulud sebagai upaya melestarikan tradisi keagamaan dan budaya Islam di Banten.


"Insya Allah, pada bulan Mulud atau September nanti kami akan mengadakan Festival Panjang Mulud," pungkasnya.


(Red).

Peran Dewan Hakim Jadi Kunci Sukses MTQ Provinsi Banten 2026

Pembukaan Orientasi Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, Berlangsung Di Aston Hotel, Kota Serang, Senin (06/07/2026).


Peran dewan hakim dinilai krusial dalam menjaga kualitas dan marwah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Setiap hakim dituntut menjalankan tugas secara profesional, objektif, berintegritas, serta berpegang teguh pada kode etik.


"Dewan hakim memegang peran sentral dalam menilai secara objektif, adil, dan profesional demi keberhasilan pelaksanaan MTQ XXIII tingkat Provinsi Banten,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten Tubagus Rubal Faisal saat membuka Orientasi Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Aston Hotel Kota Serang, Senin (6/7/2026).


Orientasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan dewan hakim agar mampu menjalankan tugas secara maksimal, penuh amanah, serta turut memuliakan Al-Quran melalui pelaksanaan MTQ yang berkualitas.


Orientasi juga bertujuan meningkatkan pemahaman mereka terhadap tugas dan fungsinya. Termasuk menyamakan persepsi dalam penilaian pada setiap cabang lomba, memperkuat profesionalisme, objektivitas, dan integritas, serta memberikan pembekalan teknis maupun etis dalam proses penilaian.


Apalagi, mereka memiliki tanggung jawab besar. Mulai dari melakukan penilaian sesuai bidang yang ditugaskan, menegakkan keadilan dan profesionalisme dalam pemberian nilai, hingga menyampaikan hasil penilaian kepada panitia secara resmi.


"Dewan hakim juga memiliki tanggung jawab etis menjaga netralitas, menghindari konflik kepentingan, serta menjaga kerahasiaan hasil penilaian hingga diumumkan secara resmi," ungkapnya.


Rubal menambahkan, MTQ kali ini mempertandingkan berbagai cabang yang memiliki standar penilaian tersendiri. Setiap dewan hakim harus memahami dan menguasai ketentuan penilaian sesuai bidang yang menjadi tanggung jawabnya.


Ia berharap, dewan hakim dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Sehingga pelaksanaan MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten berlangsung kredibel, berkualitas, dan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik.


"Dewan hakim harus memperhatikan kode etik yaitu tidak melakukan komunikasi pribadi dengan peserta selama kompetisi berlangsung, tidak menerima gratifikasi atau tekanan dalam bentuk apapun serta siap menerima evaluasi dan sanggahan melalui jalur resmi," ujarnya. (Red).

Hadiri Ngeround Percasi Banten, Wagub Dimyati Sampaikan Filosofi Kebersamaan dalam Catur

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, Menghadiri Ngeround Catur Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Persaci) Kota Cilegon, Minggu (05/07/2026).


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusuma menghadiri Ngeround Catur Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon, Minggu (5/7/2026). Dimyati mengatakan, olahraga catur memiliki banyak filosofi dan mengajarkan untuk saling membantu antarsesama.


Menurut Dimyati, dalam catur tidak ada bidak yang berjalan sendirian. Dalam melancarkan serangan terhadap lawan harus saling membantu, saling mendukung, menjaga untuk mematikan lawan.


"Filosofinya, harus saling membantu," kata Dimyati.


Sebuah bidak bila melakukan serangan, harus didukung oleh yang lainnya. Setiap bidak harus saling berkolaborasi melakukan serangan. Tidak ada bidak yang berdiri sendiri dan menjalankan peran tanda yang lain.


"Demikian juga dalam strategi bertahan, semua harus saling menjaga," ungkapnya.


Filosofi tersebut, menurutnya sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam menjalankan pemerintahan.


"Seorang komandan tidak bisa berjalan sendirian. Semua harus berkolaborasi, catur mengajarkan untuk tidak hidup secara eksklusif," katanya.


Ketua Pengcab Percasi Kota Cilegon Hasan Saidan menjelaskan, jumlah peserta ngeround sebanyak 26 orang. Peserta berasal dari Pengcab Percasi se-Provinsi Banten, masing-masing dua orang.


"Sebanyak 10 peserta merupakan atlet catur Kota Cilegon yang akan berlaga pada Porprov Banten tahun 2026," kata Hasan.


Peserta yang hadir bernama Ratnasari (24) berharap, ajang ngeround lebih ditingkatkan penyelenggaraannya. Menurutnya, ngeround merupakan sarana meningkatkan skill atau kemampuannya dalam bermain catur. Ngeround juga, menambah pengalaman untuk meningkatkan strategi menghadapi lawan.


"Selain silaturahmi, ngeround seperti ini menambah skill karena bisa bertemu dengan berbagai lawan dengan berbagai karakter," kata Ratna.


Ratna merupakan pengurus Pengcab Percasi Kota Serang. Selain itu, ia adalah atlet catur Porprov 2026 dari Kota Serang. Dalam bermain catur, Ratna sudah menorehkan prestasi internasional, yaitu peringkat 7 pada Malaysian Chess Festival Tahun 2018 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Malaysia Tahun 2018.


Atas kehadiran Wagub Dimyati, menurut Ratna, hal tersebut memberikan motivasi untuk berprestasi dalam catur. "Ada Pak Wagub, semangat berlatih meningkat," katanya. (Red).

Gubernur Andra Soni Dorong Pembinaan Atlet, Pengurus FHI Banten Diminta Perkuat Prestasi Hoki

Gubernur Banten, Andra Soni Menghadiri Pelantikan Kepengurusan Federasi Hoki Indonesia (FHI) Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni meminta kepada kepengurusan Federasi Hoki Indonesia (FHI) Provinsi Banten mampu membawa pembinaan olahraga hoki semakin maju dan melahirkan prestasi yang lebih baik.


Hal itu disampaikan oleh Andra Soni usai menghadiri Pelantikan Kepengurusan FHI Provinsi Banten Periode 2026-2030 di Le Dian Hotel, Kota Serang, Jumat (3/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (FHI) Mayjen TNI (Purn.) Budi Sulistijono.


"Kami berharap pembinaan olahraga hoki di Banten bisa lebih maju lagi. Pada penyelenggaraan PON sebelumnya di Aceh-Sumut, Provinsi Banten berhasil meraih medali perak untuk nomor indoor putra. Kita berharap pada PON tahun 2028 nanti prestasinya dapat meningkat," ujar Andra Soni.


Dikatakan Andra Soni, peningkatan prestasi membutuhkan proses yang berkesinambungan. Dirinya menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian pengurus, yakni memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas pembinaan dan pemasaran olahraga hoki di sekolah-sekolah, serta memperbanyak penyelenggaraan pertandingan sebagai wadah pembinaan atlet.


"Peningkatan prestasi tentunya memerlukan proses, diantaranya memperbanyak pertandingan, baik pertandingan persahabatan, try out, turnamen maupun kompetisi," katanya.


Andra Soni mencontohkan negara-negara yang berhasil mencetak atlet berprestasi karena memiliki frekuensi pertandingan yang tinggi sejak usia dini. Menurutnya, semakin banyak atlet bertanding, maka kemampuan dan mental bertanding mereka akan semakin terasah.


Selain itu, Andra Soni menyampaikan Pemprov Banten terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung. Salah satu persiapannya adalah pembangunan berbagai fasilitas olahraga, termasuk sarana olahraga hoki di kawasan Sport Center Banten.


Pada kesempatan itu Andra Soni juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempopulerkan olahraga hoki di Indonesia. Menurutnya, hoki merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki banyak penggemar di dunia dan memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia.


"Hoki merupakan olahraga nomor tiga paling banyak digemari di dunia. Karena itu tugas kita bersama bagaimana olahraga ini bisa semakin populer di Indonesia," katanya.



Andra Soni pun berpesan kepada para atlet agar terus berlatih secara disiplin, sementara pengurus bertanggung jawab menyediakan sistem pembinaan dan fasilitas yang memadai.


"Saya berharap atlet-atlet berlatih sungguh-sungguh. Tugas atlet adalah berlatih, sedangkan tugas pengurus menyiapkan fasilitas dan pembinaan yang baik," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (FHI) Mayjen TNI (Purn.) Budi Sulistijono menyampaikan selamat kepada M. Ali Hanafiah yang secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum FHI Provinsi Banten. Menurutnya, kepengurusan baru memiliki amanah besar untuk meningkatkan prestasi hoki Banten, terlebih dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten.


"Kami melihat Gubernur Banten memberikan dukungan terhadap perkembangan hoki. Ini menjadi modal yang sangat baik bagi pengurus untuk membangun prestasi ke depan," ujarnya.


Selanjutnya, dirinya mengatakan, dalam waktu dekat FHI akan menghadapi berbagai agenda penting, di antaranya Kejuaraan Nasional pada Agustus mendatang serta persiapan menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, pembinaan atlet sejak usia dini harus terus diperkuat melalui berbagai kompetisi daerah.


Ditempat yang sama, Ketua Umum FHI Provinsi Banten M. Ali Hanafiah mengatakan pihaknya segera menyiapkan sejumlah program strategis, mulai dari pelaksanaan Kejuaraan Nasional Hoki yang akan berlangsung pada 21–31 Agustus 2026, penyelenggaraan Piala Gubernur tingkat pelajar sebagai ajang pencarian bibit atlet, hingga persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.


Selain itu, FHI Banten juga berkomitmen mempercepat kaderisasi atlet, pelatih, perangkat pertandingan, dan wasit guna memperkuat ekosistem pembinaan hoki di Provinsi Banten.


"Kami menargetkan pada PON nanti hoki Banten mampu menjadi juara. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten, kami optimistis pembinaan atlet dapat berjalan lebih baik sehingga mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya. (Red).